Tag

, , ,


Sabily logo

Image via Wikipedia

Susah juga ketika root partition linux sudah hampir penuh, apalagi kalo sudah di atas 90%. Begitulah yang terjadi pada Sabily kesayanganku [huhu…..]. Ketika df dijalankan use%-nya telah mencapai 100%… –”

Jadi susah mau installl applikasi baru, apa lagi kalo ketemu sama applikasi yang menarik, jadi mikir-mikir buat menjajalnya di system…

Beberapa waktu yang lalu sempat browsing di beberapa situs tentang bagaimana memindahkan atau meng-clone system linux yang telah terinstall ke partisi lainnya yang ukurannya lebih besar. Akhirnya dapet beberapa cara yang lumayan menarik buat di uji coba. Beberapa diantaranya yakni:

  • Pertama: menggunakan dd, atau ddrescue,

Cara ini adalah cara pertama yang saya coba, ketika dijalankan memang berhasil jalan dengan baik. Namun yang jadi masalah adalah ukuran partisi yag berbeda. Partisi System yang saat ini terinstall berukuran 20GB (sdb12, 100% used), sedangkan partisi tujuannya berukuran 2 kalinya yakni 40GB (sda1). Yang menjadi masalah, pada system yang baru dicopy tersebut (sda1) ketika di cek dengan df, ukuran partisi kok malah mengikuti ukuran partisi sdb12…. yareyare….

Beberapa cara pun diuji dan dicoba mulai dari fdisk, cfdisk dan lainnya namun belum bisa juga… maklum masih belum terlalu paham dengan metode ini. Hingga akhirnya diriku menyerah juga… –“

(Kalo ada temen-temen yang tau atau pernah mencoba cara ini, tolong kasi tau bagian mana yang kurang ya….)

  • Kedua: menggunakan cloning tools,

Cara ini tidak saya coba dikarenakan ga sempat download clooning toolsnya…..

  • Ketiga: metode CoPas

Awalnya agak ragu dengan metode ini, metode yang nama panjangnya “Copy – Paste” ini ternyata lumayan ampuh jika digunakan untuk pindah rumah si Pinguin. Dengan memanfaatkan fasilitas cp diikuti dengan opsi -a (mode archive -dimana semua atribut file mengikuti file aslinya) semuanya dapat diselesaikan dengan baik. Kemudian tinggal merubah konfigurasi di fstab, mtab dan install ulang boot loader sudah habis perkara (harapannya…).

Namun ternyata ada kendala juga yang saya temukan, diantaranya:

– Pada saat uji coba pertama, dengan hardisk sdb masih terpasang di PC. Ketika masuk ke system sda1, ternyata root partitionnya masih menggunakan sda12 walaupun dalam fstab dan mtab telah di ubah ke sda1. “ne langkah yang salah ada di mana…. saya kurang tau…”

– Uji coba kedua dengan hardisk sdb dilepas. Masuk boot loader, ketika memilih system yang ada di sda1 lha kok malah ga masuk…. Boot loadernya malah bingung dimana sdb12-nya…. yareyare….

Ya, mungkin kalo boot loadernya Lilo bisa mudah mindahnya. Tapi sayangnya GRUB… diriku masih “SANGAT” bingung dengan boot loader yang satu ini….

Dan akhirnya cara ini juga ternyata GaTot juga…..

Kemudian akhirnya kepikiran juga, bagaiman kalau pada partisi baru tersebut di install linux yang sejenis ato sekiranya mirip kemudian dikombinasikan dengan metode “CoPas” di atas. Alhamdulillah, ternyata masih ada CD Ubuntu 10.10 yang saya dapat dari  Mas A’am (Mas A’am…. you’re lifesaver). Akhirnya cara ini bisa diuji coba juga. Langkah-langkah yang saya coba:

  1. Install Ubuntu 10.10 (atau yang mendekati) pada partisi tujuan (dalam kasus saya yakni sda1),
  2. Setelah installasi selesai, jangan reboot system. Tetap berada pada life CD, mount kedua partisi (partisi source dan target) misalkan partisi system yang mau dipindah ke /mnt/source dan partisi baru ke /mnt/target.
  3. Masuk ke direktory /mnt/target. back-up beberapa file yakni:
    – back-up direktory boot, deangan nama yang berbeda misanya boot-ubuntu,
    cp -a boot  boot-ubuntu
    – back-up file fstab dan mtab
    cd etc/
    cp -a fstab fstab-ubuntu
    cp -a mtab mtab-ubuntu
  4. Jika telah selesai di back-up. Selanjutnya copy semua file yang ada pada /mnt/source ke /mnt/target caranya:
    cp -af /mnt/source/* /mnt/target
    opsi -f untuk menanggulangi masalah pada saat meng-copy. Selanjutnya bisa ditinggal tidur….
  5. Ketika semua sudah selesai di-copy, selanjutnya ganti boot directorynya dengan boot directory ubuntu yang brusan telah di back-up. Begitu juga file fstab dan mtab yang ada.
    cd /mnt/target
    cp -a boot-ubuntu/* boot/
    cp -a etc/fstab-ubuntu etc/fstab
    cp -a etc/mtab-ubuntu stc/mtab
  6. Reboot

Alhamdulillah, ternyata cara ini berhasil dengan baik. Ketika masuk system yang ada pada sda1, system berhasil di load dengan baik. Tinggal menginstall ulang GRUB. Karena GRUB-nya masih memanggil kernel dari instalasi Ubuntu 10.10, bukan kernel dari Sabily.