Tag

, , , , , , , ,


Tutorial ini ku persembahkan untuk

para Anime maniak dan para Movie lovers.


Bagi kita para pengguna Technologi, pasti tidaklah asing jika kita memiliki video2 kesayangan yang ingin kita masukkan ke Ponsel atau gadget pemutar video. Atau mungkin ada adegan dalam suatu Video yang kita anggap cukup menarik dan lucu sehingga ingin kita bagikan kepada teman2 agar dapat menikmatinya. Tetunya akan sangat merepotkan dan akan memakan banyak space memory jika satu file Video tersebut kita copy-kan mentah-mentah ke dalam MMC atau SD-card ponsel kita. Apalagi jika filenya berukuran sampai ratusan mega atau bahkan sampai ber Giga-giga. Salah satu cara untuk melakukan penghematan ini yaitu dengan mengkonversi filenya atau mengambil hanya pada adegan yang menarik itu saja, selain dengan mencari memory card yang berukuran lebih besar.

Bagi para pengguna tool Open Source atau Linux, ada sangat banyak tools yang tersedia untuk melakukan konversi dan manipulasi Video ini. Namun sebagian besar tool-tool tersebut ternyata berbasis pada sebuah tool yang bernama FFmpeg.

Nah, pada tutorial kali ini kita akan mencoba bagaimana cara mengkonversi Video dengan menggunakan “Base tool” yakni FFmpeg.

Sekilas mengenai FFmpeg.

FFmpeg adalah sebuah video converter yang berbasis CLI (Command Line Lnterface) yang dibuat oleh Fabrice Bellard. Meskipun dibilang converter, FFmpeg cukup powerfull dalam memanipulasi Video. Mulai dari konversi, Pemotongan, penggabungan, penambahan audio atau dubbing baru, subtitle script dan masih banyak lagi kegunaan lainnya yang insyaAllah akan kita bahas nanti pada tutorial berikutnya. FFmpeg dibekali dengan cukup banyak codec, baik codec video maupun codec audio. FFmpeg juga ditemani oleh dua tool lainnya yakni ffplay dan ffserver yang dalam tutorial kali ini tidak akan kita bahas lebih dalam. Informasi lebih lengkap mengenai FFmpeg ini silahkan anda buka pada Man page di Linux anda masing-masing, atau langsung saja ke situsnya yakni di situs resmi FFmpeg. Dan FFmpeg ini dapat di download pada http://ffmpeg.org/download.html

Jika FFmpeg telah terinstal di komputer anda, anda dapat mengetikkan perintah:

ffmpeg -formats

Melalui terminal atau Command Line untuk dapat melihat format serta codec yang telah didukung dalam FFmpeg.

Konversi Video.

Untuk dapat mengkonversi video, perintahnya cukup sederhana yakni:

ffmpeg [input file option] -i [input_file] [output file option] [output_file]

Hasil konversi akan otomatis di konvert ke format sesuai dengan format nama foutput file yang di masukkan. Misalnya out.avi, hasil.mpg, hasil.rmvb atau hasil.wav. Format-format yang dapat dijadikan format tujuan konversi dapat dilihat dengan perintah ffmpeg -formats, seperti yang telah dibahas sebelumnya. Contoh sederhana konversi video dengan format divx ke mpg:

ffmpeg -i nVidia.divx hasil.mpg

Pada contoh ini, masih belum ada opsi untuk input dan output filenya, sehingga konversi akan dilakukan dengan default value dari FFmpeg sendiri. Jika file hasil konversi kita jalankan, maka hasil videonya akan sedikit pecah karena bitrate dari video dan audionya sangat kecil (default video = 200 kb/s dan audio = 64 kb/s). Akan tetapi, jika dibandingkan ukuran filenya maka file hasil.mpg akan memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dari file asalnya.

Untuk mendapatkan hasil video yang lebih halus, maka kita perlu menambahkan nilai bitrate hasil konversi yakni dengan menggunakan opsi [-b bitrate]. Ukuran bitrate dapat bermacam-macam sesuai dengan keinginan kita misalnya:

ffmpeg -i nVidia.divx -b 3000k hasil2.mpg

Pada contoh ini bitrate file hasil konversi sedikit kita naikkan, namun jika bitrate file asal dibandingkan bitrate tujuan ternyata memiliki bitrate yang tidak jauh berbeda atau bahkan lebih kecil, maka mungkin hasil konversi tidak akan jauh berbeda dengan yang aslinya. Bahkan mungkin jika dibandingkan ukuran filenya, file hasil bisa jadi lebih besar dari file asalnya. Hanya saja kualitas audionya akan tetap dikonversi pada 64K(default), karena pada kedua contoh tersebut masih belum ada pengaturan audionya.

Untuk menaikkan bitrate audio dapat menggunakan opsi [-ab bitare]. Contohnya:

ffmpeg -i nVidia.divx -b 3000k -ab 128k hasil-a.mpg

Jika dibandingkan dengan hasil konversi sebelumnya, maka hasil yang terakhir ini akan menghasilkan kualitas suara yang lebih baik dan terang dibandingkan dengan dua hasil sebelumnya.

Nah, sampai disini kita sudah bisa melakukan konversi file video serta mengatur kualitas gambar dan audionya. Selanjutnya marilah kita sedikit berbicara mengenai resolusi hasil konversi.

Resolusi atau ukuran frame hasil konversi dapat juga kita manipulasi seperti halnya bitrate. FFmpeg menyediakan cukup banyak pilihan ukuran resolusi tujuan yakni diantaranya:

  • sqcif 128×96
  • qcif 176×144
  • cif 352×288
  • 4cif 704×576
  • qqvga 160×120
  • qvga 320×240
  • vga 640×480
  • svga 800×600
  • xga 1024×768
  • uxga 1600×1200
  • qxga 2048×1536
  • sxga 1280×1024
  • qsxga 2560×2048
  • hsxga 5120×4096
  • wvga 852×480
  • wxga 1366×768
  • wsxga 1600×1024
  • wuxga 1920×1200
  • woxga 2560×1600
  • wqsxga 3200×2048
  • wquxga 3840×2400
  • whsxga 6400×4096
  • whuxga 7680×4800
  • cga 320×200
  • ega 640×350
  • hd480 852×480
  • hd720 1280×720
  • hd1080 1920×1080

Cukup banyak bukan??? Jadi kita tinggal pilih, mau menggunakan resolusi berapa yang ukurannya sesuai dengan ukuran layar HP atau Video player Anda. Opsi untuk mengatur resolusi yaitu menggunakan [-s ukuran], dengan ukuran menggunakan nama resolusi yang tersedia. Misal:

ffmpeg -i nVidia.divx -b 3000k -ab 128k -s qcif hasil-qcif.mpg

snapshot hasil konversi qcif snapshot hasil Konversi I

(Dua contoh hasil Konversi: kiri qcif, kanan Standar)

Nah, kini kita sudah memiliki video dengan ukuran yang sesuai dengan ukuran layar video player atau HP kita.

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.