Tag

, , , , , , , ,


Pada umumnya ketika menginstall linux, prompt shell yang diberikan rata-rata menggunakan prompt standar bawaan installasi, misalnya seperti:

root@darkstar:/~>              #slackware
bash-3.1#                                 #teminal atau Konsole

atau bahkan lebih sederhana lagi misalnya seperti:

[W]$             # style ksh
[\W]\$         # style zsh & ash
%                    # style csh

Nah, ne ada tips n trik untuk membuat prompt shell kita biar terlihat lebih keren dan lain dari pada yang lain. Caranya simpel aja, kita hanya perlu merubah settingan untuk PS1 saja. Misalnya sebagai contoh awal misalnya kita akan merubah prompt shell menjadi:

shell poenya koe>

maka, kita cukup mengganti value dari PS1 dengan “shell poenya koe>” dengan cara mengeksportnya. misal:

[~]# export PS1=”shell poenya koe>”
shell poenya koe>

Gampang bukan?
Agar nampak lebih menarik, coba perhatikan beberapa contoh hasil shell berikut:

shell poenya koe>export PS1=”>”
>
>export PS1=”$”
$
$export PS1=”#”
#
#export PS1=”*”
*
*export PS1=”=”
=

Kesimpulannya, prompt shell ternyata bisa dirubah ke bentuk apapun sesuai dengan keinginan dan selera kita. Namun yang menjadi pertanyaan, bahaimana caranya untuk mengambil username atau hostname yang sedang aktif seperti pada prompt standar bawaan instalasi?

Begini ceritanya [SERIUS mode “ON”]….

Istilahnya gmana ya????….. jadi bingung! Simpelnya, langsung aja masukin manual username sama hostnamenya…. halah…. malah jadi manual…

Cara gampangnya yakni dengan menggunakan sequence. Masalah apa itu “sequence” ga usah ditanyain, yang penting telen aja…

Agar lebih mudah memahaminya, mari kita langsung liat contoh aja. Penjelasan mengenai masing-masing sequence yang digunain dapat dilihat dibawahnya.

Contoh/Example/例えば:

$ export PS1=”\u >”
root >

$ export PS1=”\u@\h >”
root@kuma >

root@kuma >export PS1=”\u@\d>”
root@Tue Jul 07>

root@Tue Jul 07>export PS1=”\u@\t>”
root@09:20:52>

root@09:20:52>export PS1=”\u@\@>”
root@09:21 AM>

root on 09:22 AM>export PS1=”\u @ \w > “
root @ ~ > cd /var/log
root @ /var/log >

root @ /var/log > export PS1=”\w > “
/var/log >
/var/log > cd
~ >

~ > export PS1=”\W > “
~ > cd /home
home >
home > cd ~/wxx/Program\ Files/FALCOM/YSO_WIN/
YSO_WIN >

$export PS1=”[\W]\$ “
[~]$ cd /home/
[home]$

Nah, yang terakhir ini adalah style yang sedang saya pakai di compi.

\u -> username
\h -> hostname pendek
\H -> hostname lengkap plus domain name
\d -> date
\t -> time 24 jam
\T -> time 12 jam
\@ -> time 12 jam dengan format am/pm
\w -> current working directory [full path mis: “/home/data/xxx/”]
\W -> sama kayak diatas tapi hanya basename directorynya saja [mis: “xxx”]

Serta masih banyak lagi lainnya yang masih belum sanggup saya terjemahin sendiri, maklum copas dari manual, hehehe.. ^_^

Lengkapnya yaitu:

\a an ASCII bell character (07)
\d the date in “Weekday Month Date” format (e.g., “Tue May 26”)
\D{format}
the format is passed to strftime(3) and the result is inserted into the prompt
string; an empty format results in a locale-specific time representation. The
braces are required
\e an ASCII escape character (033)
\h the hostname up to the first `.’
\H the hostname
\j the number of jobs currently managed by the shell
\l the basename of the shell’s terminal device name
\n newline
\r carriage return
\s the name of the shell, the basename of $0 (the portion following the final
slash)
\t the current time in 24-hour HH:MM:SS format
\T the current time in 12-hour HH:MM:SS format
\@ the current time in 12-hour am/pm format
\A the current time in 24-hour HH:MM format
\u the username of the current user
\v the version of bash (e.g., 2.00)
\V the release of bash, version + patch level (e.g., 2.00.0)
\w the current working directory, with $HOME abbreviated with a tilde
\W the basename of the current working directory, with $HOME abbreviated with a
tilde
\! the history number of this command
\# the command number of this command
\$ if the effective UID is 0, a #, otherwise a $
\nnn the character corresponding to the octal number nnn
\\ a backslash
\[ begin a sequence of non-printing characters, which could be used to embed a
terminal control sequence into the prompt
\] end a sequence of non-printing characters
sumber: man bash

Akan tetapi, saya masih belum bisa menemukan cara untuk mengganti prompt shell dengan menggunakan karakter selain karakter romanji dengan atau karakter dengan codec  selain ISO-8859-1, misal UTF-8 atau lainnya yang mendukung penggunaan karakter  seperti karakter kanji, hiragana dan lainnya. Hal ini mungkin dikarenakan karena codec yang digunakan shell  masih menggunakan yang ISO-8859-1.

Jika dipaksakan, misalnya menggunakan UTF-8 maka hasilnya akan menjadi:

[root @ バカやろう ]#

atau

[root @ ãã«ããã ]#

Padahal hasil yang diharapkan yakni:

[root @ バカやろう ]#

Nah, setelah mencoba sequence-sequence yang ada diatas, tentunya temen2 dah nentuin sendiri nih bagaimana tampilan prompt yang bakalan temen2 pake. Selanjutnya tinggal diimplementasikan sebagai prompt shell utama kita yakni dengan menambahkannya pada file ~/.bashrc atau ~/.bash_profile atau jika ingin dipakai oleh semua user tinggal rubah di file /etc/profile pada bagian Set default Shell Prompt.

Selamat mencoba.